CERPEN

 Nama: Daniah Lissamhah

Kelas: 11 IPS 1

ULANG TAHUN SEDERHANA

Beberapa bulan yang lalu aku berulang tahun,ultahku yang ke 16.Aku berfikir dengan umurku yang sudah lumayan banyak,sepertinya malu kalo harus dirayakan akan tetapi ibuku menawariku untuk dirayakan dengan diadakan makan-makan bareng keluarga,tapi aq menolak.Aku merasa tidak perlu ada perayaan itu.ibuku memaksa

Aku berfikir,apa yang harus kulakukan untuk diriku sendiri tentunya menandai masuknya usiaku yang ke 16.Aku harus berbuat sesuatu yang bermanfaat,tidak hanya untuk diriku sendiri.Orang lain juga harus merasakan kebahagiaan yang aku rasakan juga .Selama beberapa bualan ini aku sudah menyisihkan uang saku yang diberikan orang tuaku.Tidak banyak memang,tapi setelah aku hitung,lumayanlah jumlahnya.

Ayahku lalu memberi ide.Uang yang aku punya dibelikan peralatan sekolah,lalu peralatan sekolah tersebut dibagikan pada anak-anak yatim piatu.Wah ide yang sangat cemerlang.Didekat rumahku memang ada rumah panti asuhan dengan anak panti asuhan usia sekolah yang banyak sekali.

Malam harinya sebelum aku tidur,aku diskusi sama ibuku.Aku minta mama untuk mengantarku belanja peralatan sekolah,juga memilihkan barang yang aku perlukan.Pagi harinya aku tiadk masuk sekolah karena kebetulan libur.Setelah mandi ,makan pagi,aku dan ibu berangkat ke toko grosir peralatan tulis.aku dianter ibu menggunakan sepeda motor karena aku sendiri belum boleh naik motor sendiri.Tidak lupa memakai helm pengaman kepala,begitu pula dengan ibuku.Ibu memgendarai sepeda dengan hati-hati.Ibuku adalah orang yang disiplin dan patuh terhadap rambu-rambu lalu lintas.Jadi,tidak sekalipun ibuku melanggar lalu lintas.Aku bangga dan salut sama ibu.

Sesampainya di toko grosir yang dituju,aku dan ibu langsung semangat memilih  karena ada bermacam-macam alat tulis sekolah.Ibu menganjurkan aku mengambil buku tulis ,pensil,pulpen,penggaris,tempat pensil,tidak lupa kertas warna warni bergambar kartunyang nantinya digunakan untuk membungkus alat-alat tulis itu.Semua belanjaan dimasukkan kedalam keranjang ,lalu kami bawa ke kasir untuk dibayar.Aku bersyukur uangku cukup untuk pembelian barang tersebut.

Kami pun pulang.Sesampainya di rumah,aku dan mama segera membagi rata alat tulis itu,lalu kami bungkus satu persatu,rapi dan cantik.Lega rasanya pekerjaan itu selesai.Ibuku juga ikut senang.Adikku satu-satunya datang dari main di rumah tetangga ikut duduk bersama kami saat aku dan ibu baru selesai.Ia meminta agar aku mengizinkan dirinya untuk ikut ke panti asuhan.Aku tentu tidakbisa melarangnya.Ia adiku yang sangat aku- sayangi .Ya walaupun aku sering rebut dengannya.ibu senang atas sikapku kali ini.

Sore hari ,sepulang kerja ,ayahku bersepeda mengantar aku ke panti asuhan.Maka dengan membawa barng-barang yang sudah kami bungkus tadi siang dalam beberapa kantong plastik, ayah ,ibu,aku dan adikku berangkat ke panti asuhan. Kami tidak menggunakan kendaraan karena jarak rumah dan panti asuhan bisa akami jangkau dengan jalan kaki selama 15 menit saja. Perasaanku camour aduk antara senang dan khawatir. Rasa senang itu karenaapa yang aku cita-citakan tercapai, tapi juga khawatirdan takut jika barang pemberianku kurang menyenangkan hati anak-anak panti asuhan. 

Karena sebelumnya kami tidak mengadakan janjian datang ke rumah panti asuhan itu, maka pengurus panti terkaget-kaget menerima kedatangan kami berempat. Ayahku lalu menjelaskan maksud kedatangan kami. Pengurus panti mengerti dan menerima kedatangan kami. Mereka memanggil semua ana-anak yang tinggal disana. Lalu mereka berkumpul diruangan yang bis aku sebut runag serba guna. karena diruangan yang luas aku lihat ada tv besar, beberapa alat olahraga, dan  buku bacaan yang tertata rapi di dalam rak. Dari raut muka anak-anak itu aku lihat adalah wajah yang menandakan rasa heran. 

Tak seberapa lama, salah satu ibu panti menjelaskan waktu kedatangan kami. Bahwa aku bersama keluarga akan membagikan hadiah bagi anak-anak panti dalam rangka ulang tahun. Setalah mendengarkan penjelasan ibu panti, dengan serta merta mereka bersorak kegirangan. Mereka gembira. Senyum mengembang dari raut wajah mereka. Lalu mereka diminta untuk berbaris rapi. Anak yang paling kecil ada di urutan depan sampai baris yang belakang semakin besar usianya. Satu persatu aku membagikan hadiah itu. Mereka menerima lalu menyalami aku sambil mengucap selamat ulang tahun. Ada yang berdoa agar aku tambah pintar ada juga yang berdoa agar cita-citaku kelak tercapai, bahkan ada yang berdoa agar aku semakin cantic dan tambah benyak rezeki keluarga kami.

Aku pun merasakan kebahagiaan keluargaku, juga kebahagiaan anak-anak panti. Ayah dan Ibu serta adikku bergantian memelukku. Mereka bangga padaku yang dengan rela dan ikhlas memikirkan nasib orang lain ynag beruntung serta mau berbagi kebahagiaan dengan meraka. 

Komentar

  1. Tugas yang dikerjakan sudah cukup baik dan bisa dikembangkan lagi. Tetap semangat menulis!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer